Ditulis oleh Dewi siswanto pada 03-11-2012
Sumber : www.chem-is-try.org
Elektron duduk termenung, sesekali ia kayuhkan kedua kakinya agar
ayunan bergerak perlahan. Ayunan yang sering disebut orbital merupakan
tempat yang paling Elektron sukai. Jadi siapapun orang yang ingin
menemukannya langsung saja menuju orbital. Walau demikian, tidaklah
mudah untuk bertemu Elektron di sana. Tapi setidaknya orbitallah tempat
kemungkinan Elektron melepaskan penatnya ketika ia berada di rumah atom.
“Mengapa aku selalu ingat Proton?” keluh Elektron seraya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
“Apa
yang salah dengan perasaan ini, tidak bolehkah aku tertarik padanya?”
pertanyaan yang kesekian kalinya namun tak juga Elektron mengetahui
jawabannya.
Elektron menatap jauh ke depan dan terhenti pada
sebuah kamar yang biasa disebut nukleous. Tatapannya sarat dengan beban
namun begitu tajam seakan ingin menembus dinding kamar dimana Proton
berada.
“Seandainya aku adalah Neutron, pastilah hatiku sangat senang karena aku akan selalu dekat dengan Proton” gumannya lagi.
~ *** ~
Elektron tinggal di sebuah rumah mungil bersama dua saudara angkatnya. Para tetangga memanggil rumah mungil itu dengan sebutan atom. Elektron adalah anak tertua. Kelahirannya dibantu oleh om J.J Thomson pada tahun 1897. Semenjak dalam kandungan dia sering dipanggil dengan nama sinar katoda karena Elektron merupakan anak yang diperoleh melalui tabung sinar katoda dan perkembangannya selalu dipantau oleh om William Crookes. Setelah lahir, ia diberi nama Elektron seperti yang diinginkan om G.J Stoney. Beratnya ditimbang oleh om Robert Milikan ternyata hanya 9,11 x 10-28 gram.
Adiknya yang pertama bernama Proton. Kelahirannya dibantu oleh om E. Rutherford pada tahun 1906. Dia lebih gendut dibandingkan Elektron karena massanya 1837 kali dari massa Elektron yaitu 1,673 x 10-24 gram.
Pada tahun 1932, Elektron mempunyai adik kedua yang diberi nama Neutron. Om James Chadwick yang membantu kelahirannya. Dia hampir sama gendutnya dengan Proton karena massanya adalah 1,675 x 10-24 gram.
Walaupun
mereka bersaudara dan tinggal bersama dalam rumah atom tetapi karakter
ketiganya berbeda. Elektron paling tidak suka berada di dalam rumah.
Baginya dunia terasa sempit jika hanya memandang tembok-tembok yang
memisahkannya dengan dunia luar. Berkeliling di halaman rumah lebih
mengasyikkan, Elektron dapat berjalan-jalan di taman, memandang
bunga-bunga yang berkembang dan menghirup keharumannya. Saat pagi tiba,
mentari akan menyusupkan kehangatannya sehingga Elektron semakin
bersemangat untuk terus beraktifitas. Biasanya, Elektron akan bersepeda
melalui lintasan yang disebutnya sebagai orbit. jika dia merasa lelah
maka Elektron beristirahat dalam orbital. Keaktifan Elektron dianggap
perilaku yang negatif oleh keluarganya.
Lain lagi dengan kedua adiknya, mereka lebih suka di dalam kamar. Kamar itu mereka sebut dengan nucleus karena itulah mereka berdua dinamakan nucleon.
Walaupun begitu, Elektron tahu jika Proton terkadang tertarik dengan
aktifitasnya. Sehingga mereka sering mencoba bertemu untuk saling
berbagi hati. Sedangkan Neutron dia sangat cuek. Apapun yang terjadi di
dalam rumah atom, dia netral-netral saja.
Bagi keluarga atom, sifat pendiam Proton merupakan sifat yang dianggap positif. Namun
bagi Elektron, Proton mempunyai karisma yang membuatnya terlihat
sempurna dibandingkan Neutron. Adanya perbedaan karakter antara Elektron
dan Proton membuat mereka saling tertarik. ketertarikan inilah yang
membuat beban bagi keduanya karena semestinya itu tidak ada.
~ *** ~
“Aku mohon Proton, cobalah kamu mengerti perasaanku” kata Elektron.
“Maaf
Elektron, tanpa kau katakanpun aku tahu perasaanmu karena akupun merasa
demikian, tapi itu tak mungkin” jawab Proton setengah tersedu menahan
tangisnya.
“Jikalau kita bersatu, maka takkan ada rumah atom lagi” lanjut Proton lirih.
Elektron
terdiam, dia paham sekali tak mungkin Proton meninggalkan nukleous.
tapi ia juga tak mungkin menghapus ketertarikannya pada Proton dengan
mudah, Mengacuhkannya saja membuat rasa menjadi gundah. Apalagi harus
jauh darinya, pastilah rindu itu ada. Rindu pada perhatiannya, rindu
pada cerita manjanya, rindu dengan tatapan penuh rasa rahasia yang
dalam.
“Ya sudahlah, biarkanlah perasaan ini tetap ada, toch aku
masih bisa memandangmu meski tak mampu bersamamu” ujar Elektron
kemudian.
“Kamu tahu Proton, hanya kaulah yang sering datang dalam
mimpiku dan memang hanya menjadi mimpiku….” lanjut Elektron menegaskan
apa yang dirasakannya selama ini.
Keduanya kini terdiam, diam oleh
ketidakberdayaan akan sebuah perasaan yang entah kapan hadir diantara
keduanya. Namun mereka paham, kebahagiaan tidak selalu harus menjadi
satu tetapi saling mengingatkan ketika salah, memotivasi ketika lelah,
memberikan nasehat bijak ketika gundah, semoga semuanya menjadi ajang
untuk ibadah. Dari perbedaan inilah yang akan menjadikan mereka dalam
satu-kesatuan di rumah atom sehingga mereka dapat menempati posisi,
tugas dan fungsinya masing-masing demi berputarnya dunia yang indah.
Senin, 10 Februari 2014
Mengapa gelembung sabun berbentuk bulat?
Mengapa gelembung sabun berbentuk bulat?
Kata Kunci: gelembung sabun
Ditulis oleh Irnazia Suryaningrum pada 07-01-2012
Sumber : www.chem-is-try.org
Coba
kita pikir begini, Tidak akan terkejutkah Anda bila bentuk gelembung
itu persegi? Itu karena semua pengalaman kita sejak bayi mengatakan
bahwa hukum alam lebih menyukai bentuk-bentuk yang mulus. Memang tidak
banyak benda alami yang memiliki ujung tajam atau membentuk sudut
ganjil. Pengecualian yang penting dalam hal ini adalah kristal-kristal mineral
tertentu, yang cantik justru karena memiliki bentuk-bentuk geometris
serba tajam. Itu mungkin sebabnya mengapa sebagian orang percaya bahwa
kristal-kristal dan piramida memiliki supranatural.
Akan tetapi
itu metafisika, bukan sains. Gelembung-gelembung bundar–berbentuk
bola–karena ada suatu gaya tarik menarik yang disebut tegangan permukaan
yang menarik molekul-molekul air sekuat mungkin antara sejumlah partikel
adalah ketika mereka membentuk sebuah bola. Di antara semua bentuk yang
mungkin, kubus, piramida, bongkahan tak beraturan–bola memiliki luas
sebelah luar paling kecil.
Segera setelah Anda melepaskan sebuah gelembung dari pipa
tiup atau dari salah satu peralatan lebih modern, tegangan permukaan
membuat lapisan tipis air sabun mencari luas permukaan yang sekecil
mungkin. Maka terjadilah sebuah bola. Andaikata Anda tidak dengan
sengaja memerangkapkan udara didalamnya, air sabun akan terus menyusut
membentuk sebuah titik bola padat, seperti yang terjadi pada air hujan.
Akan tetapi udara di dalam mendorong ke arah luar,
menahan selaput air. Semua gas memberikan tekanan pada wadah
penyimpanan mereka karena mereka terdiri atas molekul-molekul terbang
bebas yang terus membentur apa pun yang menghalangi. Dalam sebuah
gelembung, gaya-gaya tegangan permukaan ke arah dalam pada selaput air
diseimbangkan dengan tepat oleh gaya mendorong keluar oleh udara dari
dalam. Jika ada perbedaan sedikit saja, gelembung entah akan mengeceil
atau mengembang sampai keduanya sama besar.
Cobalah meniupkan
udara lebih banyak untuk membuat gelembung lebih besar. Itu sama dengan
menambahkan tekanan udara di sebelah dalam. Yang dapat diperbuat oleh
selaput air untuk mengimbangi kenaikan tekanan ke luar adalah memperluas
permukaannya. Ini dapat
menyebabkan bertambah besarnya gaya-gaya tegangan permukaan ke arah
dalam. Maka gelembung itu secara serentak memperbesar ukurannya. Namun
dalam proses tersebut selaput air semakin tipis, pasalnya persediaan air
memang terbatas. Apabila Anda terus menambahkan udara ke dalamnya,
akhirnya selaput tadi tidak memiliki cadangan air lagi untuk memperluas
permukaan. Akibat buruknya mulai ditebak. Gelembung-pun meletus.
Hal
yang tepat sama juga terjadi pada permen karet, kecuali bahwa ahli-ahli
tegangan permukaan ke arah dalam, gaya yang cenderung memperkecil
gelembung atau balon berasal
dari elastisitas karet dalam permen Anda. Elastisitas, seperti tegangan
permukaan, seolah-olah berkata: “Kalau boleh, aku ingin menjadi bola
yang sekecil mungkin”.
Langganan:
Komentar (Atom)

