Mengapa gelembung sabun berbentuk bulat?
Ditulis oleh Irnazia Suryaningrum pada 07-01-2012
Sumber : www.chem-is-try.org
Coba
kita pikir begini, Tidak akan terkejutkah Anda bila bentuk gelembung
itu persegi? Itu karena semua pengalaman kita sejak bayi mengatakan
bahwa hukum alam lebih menyukai bentuk-bentuk yang mulus. Memang tidak
banyak benda alami yang memiliki ujung tajam atau membentuk sudut
ganjil. Pengecualian yang penting dalam hal ini adalah kristal-kristal mineral
tertentu, yang cantik justru karena memiliki bentuk-bentuk geometris
serba tajam. Itu mungkin sebabnya mengapa sebagian orang percaya bahwa
kristal-kristal dan piramida memiliki supranatural.
Akan tetapi
itu metafisika, bukan sains. Gelembung-gelembung bundar–berbentuk
bola–karena ada suatu gaya tarik menarik yang disebut tegangan permukaan
yang menarik molekul-molekul air sekuat mungkin antara sejumlah partikel
adalah ketika mereka membentuk sebuah bola. Di antara semua bentuk yang
mungkin, kubus, piramida, bongkahan tak beraturan–bola memiliki luas
sebelah luar paling kecil.
Segera setelah Anda melepaskan sebuah gelembung dari pipa
tiup atau dari salah satu peralatan lebih modern, tegangan permukaan
membuat lapisan tipis air sabun mencari luas permukaan yang sekecil
mungkin. Maka terjadilah sebuah bola. Andaikata Anda tidak dengan
sengaja memerangkapkan udara didalamnya, air sabun akan terus menyusut
membentuk sebuah titik bola padat, seperti yang terjadi pada air hujan.
Akan tetapi udara di dalam mendorong ke arah luar,
menahan selaput air. Semua gas memberikan tekanan pada wadah
penyimpanan mereka karena mereka terdiri atas molekul-molekul terbang
bebas yang terus membentur apa pun yang menghalangi. Dalam sebuah
gelembung, gaya-gaya tegangan permukaan ke arah dalam pada selaput air
diseimbangkan dengan tepat oleh gaya mendorong keluar oleh udara dari
dalam. Jika ada perbedaan sedikit saja, gelembung entah akan mengeceil
atau mengembang sampai keduanya sama besar.
Cobalah meniupkan
udara lebih banyak untuk membuat gelembung lebih besar. Itu sama dengan
menambahkan tekanan udara di sebelah dalam. Yang dapat diperbuat oleh
selaput air untuk mengimbangi kenaikan tekanan ke luar adalah memperluas
permukaannya. Ini dapat
menyebabkan bertambah besarnya gaya-gaya tegangan permukaan ke arah
dalam. Maka gelembung itu secara serentak memperbesar ukurannya. Namun
dalam proses tersebut selaput air semakin tipis, pasalnya persediaan air
memang terbatas. Apabila Anda terus menambahkan udara ke dalamnya,
akhirnya selaput tadi tidak memiliki cadangan air lagi untuk memperluas
permukaan. Akibat buruknya mulai ditebak. Gelembung-pun meletus.
Hal
yang tepat sama juga terjadi pada permen karet, kecuali bahwa ahli-ahli
tegangan permukaan ke arah dalam, gaya yang cenderung memperkecil
gelembung atau balon berasal
dari elastisitas karet dalam permen Anda. Elastisitas, seperti tegangan
permukaan, seolah-olah berkata: “Kalau boleh, aku ingin menjadi bola
yang sekecil mungkin”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar